
Disusun oleh : Kelompok
(XII-TKK)
Angota kelompok : 1. M.
Arif Intan S ( )
2. Nuris Khusairi ( )
3. Riyan Anugrah (
)
4. Rizal Taufik
( )
SMKN 3 JOMBANG
KATA PENGANTAR
Puji
serta syukur kami panjatkan ke khadirat Allah swt atas berkat dan rahmatnya
kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Perkembangan Pers Pada Masa Pra
Kemerdekaan Indonesia “. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari pengajar
mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Dalam Penyusunan makalah ini kami merasa
masih banyak kekurangan - kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran
dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah
ini.
Dalam
penyusunan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada :
1. Bapak santoso
2. Teman kami santoso
3. Dan juga orang tua
Akhirnya penyusun berharap semoga Allah
memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan
dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Daftar isi
BAB 1
Ø PENDAHULUAN. .
. . . . . . . . …………………………………………… 1
Ø Tujuan Makalah dan Rumusan Masalah……………………………………
2
BAB II
Ø Apa yang di maksud dengan
sungai. . . . . . . . . . . . ……………………… 3
Ø Ciri- ciri sungai. . . . .
. . . . . . ……………………… 3
Ø Komponen ekosistim sungai.
. . . . . . . . . . ……………………… 3
Ø Dampak ekspoitasi
berlebihan pada sungai . . . . . . . . . . . …………
BAB III
Ø Kesimpulan Dan Saran . . . .
. . . …………………………………………… 8
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang
terdiri dari dua kata, yaituoikos yang artinya rumah
atau tempat hidup, dan logos yang berarti
ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar
makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam
ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan
oleh Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914). Ekologi adalah
cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu
pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk
pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di
antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama
guna meningkatkan produktivitas. Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki
interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk
menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.
Dalam studi ekologi
digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang
berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat
populasi, komunitas, dan ekosistem. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan
ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan
biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan
topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari
manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan
ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan.
Faktor biotik adalah faktor hidup yang
meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen,
hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai
dekomposer. Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi
individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan
organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi,
saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara
lebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup. Ada bermacam-macam
adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi,
adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
B. Rumusan Masalah
Apa
yang di maksud dengan sungai
Ciri-
ciri sungai
Komponen
ekosistim sungai
Dampak
ekspoitasi berlebihan pada sungai
C. Tujuan Makalah
Menjelaskan
tentang sungai
Menjelaskan
tentang Ciri- ciri sungai
Menjelaskan
tentang Komponen ekosistim sungai
Menjelaskan
tentang Dampak ekspoitasi berlebihan pada sungai
Baab II
Pembahasan
Yang Di Maksud Dengan Sungai
Sungai adalah aliran air yang besar dan
memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir
(muara).
Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut sebagai
"underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang Soon
Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah tanah di
Gua Pindul (Filipina).
Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke
dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Melalui sungai merupakan cara
yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir kelaut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa
anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya
berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan.
Pengujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam
sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air,
limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan
es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,
sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya
potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah
aliran sungai (DAS).
Ciri- ciri sungai
Ciri ciri berdasarkan pembagian daerahnya,
sungai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) daerah hulu sungai memiliki ciri-ciri:
a. Berada pada daerah yang lebih tinggi
b. Aliran airnya deras
c. Memiliki daya erosi yang kuat, jenis erosinya vertikal
d. Lembah sungainya berbentuk v
e. Terdapat air terjun.
1) daerah hulu sungai memiliki ciri-ciri:
a. Berada pada daerah yang lebih tinggi
b. Aliran airnya deras
c. Memiliki daya erosi yang kuat, jenis erosinya vertikal
d. Lembah sungainya berbentuk v
e. Terdapat air terjun.
2)
daerah tengah sungai memiliki ciri-ciri:
a. Jenis erosinya vertikal dan horizontal
b. Kecepatan aliran sungai berkurang
c. Lembah sungai berbentuk u
d. Tidak terdapat air terjun
e. Pada kiri dan kanan sungai terdapat dataran yang agak lebar.
a. Jenis erosinya vertikal dan horizontal
b. Kecepatan aliran sungai berkurang
c. Lembah sungai berbentuk u
d. Tidak terdapat air terjun
e. Pada kiri dan kanan sungai terdapat dataran yang agak lebar.
3)
daerah hilir sungai memiliki ciri-ciri:
a. Jenis erosi horizontal
b. Sungainya berkelok-kelok
c. Aliran sungai lemah
d. Terdapat sedimentasi dan terbentuknya delta.
a. Jenis erosi horizontal
b. Sungainya berkelok-kelok
c. Aliran sungai lemah
d. Terdapat sedimentasi dan terbentuknya delta.
Komponen Komponen
komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungantempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik
bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen
abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang
memengaruhi distribusi organisme, yaitu:
1. Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan
energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
2. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme.
Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
3. Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam
organisme melalui osmosis.
Beberapa organisme terestrial beradaptasi
dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
4. Cahaya matahari.
Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air
dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di
sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu
sehingga hewan dantumbuhan tertekan.
5. Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur
fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan
pada kandungan sumber makanannya di tanah.
6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam
jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang
dihuni komunitas tertentu.
Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu
yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun
suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan
fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Dampak ekploitasi
berlebihan pada ekosistem
sungai
Eksploitasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti
"pengusahaan; pendayagunaan; pemanfaatan untuk keuntungan sendiri";
"pengisapan"; "pemerasan (tenaga manusia)". Eksploitasi
dalam bahasa Inggris (exploitation) berarti "politik pemanfaatan yang
secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap suatu subyek, hanya
untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan,
keadilan, serta kompensasi kesejahteraan." Eksploitasi berlebihan terjadi
ketika sumber daya yang dikonsumsi telah berada pada tingkat yang tidak
berkelanjutan.
Tidak hanya ekosistem darat yang dapat mengalami eksploitasi berlebihan.
Ekosistem akuatik seperti laut, sungai, danau, dan perairan lainnya dapat
mengalami hal yang serupa. Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa
penangkapan organisme laut secara berlebihan. Penangkapan organisme laut
(seperti ikan konsumsi maupun ikan hias) dan pengambilan terumbu karang dapat
menyebabkan terganggunya keseimbangan lingkungan di ekosistem laut.[2][3]
Organisme yang beragam hidup di terumbu karang. Namun, terumbu karang
demikian rapuh terhadap kerusakan karena pertumbuhannya lambat, mudah
terganggu, dan hanya hidup pada perairan yang dangkal, hangat, dan bersih.
Terumbu karang hanya dapat hidup pada perairan dengan suhu 18 —
30 °C. Kenaikan suhu sebesar 1 °C dari batas maksimum dapat
menyebabkan kerusakan terumbu karang. Rusaknya terumbu karang akan menyebabkan
hilangnya tempat tinggal bagi organisme yang ada pada ekosistem terumbu karang.
Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan adalah penggunaan
ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah wisata perairan
dapat dikatakan sebagai eksploitasi karena apabila daerah wisata tersebut tidak
dikelola dengan balk maka akan mengganggu keberadaan organisme yang ada di
ekosistem tersebut. Sebagai contoh, daerah wisata pantai di Bali atau wilayah
Jakarta bagian utara yang ekosistem alaminya telah terganggu oleh aktivitas
manusia yang berlebihan. Kedua pantai tersebut telah tercemar oleh sampah yang
dibuang pengunjung tempat wisata tersebut.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sungai adalah aliran air yang besar dan
memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir
(muara).
Ciri Cirinya
Menyesuaikan Dengan Tempatnya
Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungantempat hidup
Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang
hidup (organisme).
SARAN
Ekosistim Sungai
Haruslah Kita Jaga
Sumber
:
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-jenis-dan-dampak-ekploitasi-sungai/
