Selasa, 15 September 2015

sungai

SUNGAI
Disusun oleh : Kelompok
 (XII-TKK)
Angota kelompok :     1. M. Arif Intan S       (        )
2. Nuris Khusairi       (         )
3. Riyan Anugrah      (         )
4. Rizal Taufik                     (        )







SMKN 3 JOMBANG




KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan ke khadirat Allah swt atas berkat dan rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Perkembangan Pers Pada Masa Pra Kemerdekaan Indonesia “. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari pengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Dalam Penyusunan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan - kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :

1.      Bapak santoso
2.      Teman kami santoso
3.      Dan juga orang tua
Akhirnya penyusun berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.






Daftar isi
BAB 1
Ø  PENDAHULUAN. . . . . . . . . . ……………………………………………                         1
Ø  Tujuan Makalah dan Rumusan Masalah……………………………………             2
BAB II
Ø  Apa yang di maksud dengan sungai. . . . . . . . . . . . ………………………               3
Ø  Ciri- ciri sungai. . . . . . . . . . . ………………………              3
Ø  Komponen ekosistim sungai. . . . . . . . . . . ………………………                 3
Ø  Dampak ekspoitasi berlebihan pada sungai . . . . . . . . . . . …………
BAB III
Ø  Kesimpulan Dan Saran . . . . . . . ……………………………………………            8





BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaituoikos yang artinya  rumah  atau  tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914). Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas. Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.
Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara lebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup. Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.




B.    Rumusan Masalah
Apa yang di maksud dengan sungai
Ciri- ciri sungai
Komponen ekosistim sungai
Dampak ekspoitasi berlebihan pada sungai



C.    Tujuan Makalah
Menjelaskan tentang sungai
Menjelaskan tentang Ciri- ciri sungai
Menjelaskan tentang Komponen ekosistim sungai
Menjelaskan tentang Dampak ekspoitasi berlebihan pada sungai

Baab II
Pembahasan

Yang Di Maksud Dengan Sungai
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara).
Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah tanah di Gua Pindul (Filipina).
Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir kelaut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Pengujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).
Ciri- ciri sungai
Ciri ciri berdasarkan pembagian daerahnya, sungai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)    daerah hulu sungai memiliki ciri-ciri:
a.    Berada pada daerah yang lebih tinggi
b.    Aliran airnya deras
c.    Memiliki daya erosi yang kuat, jenis erosinya vertikal
d.    Lembah sungainya berbentuk v
e.    Terdapat air terjun.
2)    daerah tengah sungai memiliki ciri-ciri:
a.    Jenis erosinya vertikal dan horizontal
b.    Kecepatan aliran sungai berkurang
c.    Lembah sungai berbentuk u
d.    Tidak terdapat air terjun
e.    Pada kiri dan kanan sungai terdapat dataran yang agak lebar.
3)    daerah hilir sungai memiliki ciri-ciri:
a.    Jenis erosi horizontal
b.    Sungainya berkelok-kelok
c.    Aliran sungai lemah
d.    Terdapat sedimentasi dan terbentuknya delta.



Komponen Komponen
komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungantempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya.  Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:
1.     Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
2.     Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
3.     Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
4.     Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dantumbuhan tertekan.
5.     Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
6.     Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:



Dampak ekploitasi berlebihan pada ekosistem

sungai

Eksploitasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti "pengusahaan; pendayagunaan; pemanfaatan untuk keuntungan sendiri"; "pengisapan"; "pemerasan (tenaga manusia)". Eksploitasi dalam bahasa Inggris (exploitation) berarti "politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap suatu subyek, hanya untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan, keadilan, serta kompensasi kesejahteraan." Eksploitasi berlebihan terjadi ketika sumber daya yang dikonsumsi telah berada pada tingkat yang tidak berkelanjutan.
Tidak hanya ekosistem darat yang dapat mengalami eksploitasi berlebihan. Ekosistem akuatik seperti laut, sungai, danau, dan perairan lainnya dapat mengalami hal yang serupa. Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa penangkapan organisme laut secara berlebihan. Penangkapan organisme laut (seperti ikan konsumsi maupun ikan hias) dan pengambilan terumbu karang dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan lingkungan di ekosistem laut.[2][3]
Organisme yang beragam hidup di terumbu karang. Namun, terumbu karang demikian rapuh terhadap kerusakan karena pertumbuhannya lambat, mudah terganggu, dan hanya hidup pada perairan yang dangkal, hangat, dan bersih.
Terumbu karang hanya dapat hidup pada perairan dengan suhu 18 — 30 °C. Kenaikan suhu sebesar 1 °C dari batas maksimum dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang. Rusaknya terumbu karang akan menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi organisme yang ada pada ekosistem terumbu karang.
Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan adalah penggunaan ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah wisata perairan dapat dikatakan sebagai eksploitasi karena apabila daerah wisata tersebut tidak dikelola dengan balk maka akan mengganggu keberadaan organisme yang ada di ekosistem tersebut. Sebagai contoh, daerah wisata pantai di Bali atau wilayah Jakarta bagian utara yang ekosistem alaminya telah terganggu oleh aktivitas manusia yang berlebihan. Kedua pantai tersebut telah tercemar oleh sampah yang dibuang pengunjung tempat wisata tersebut.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara).
Ciri Cirinya  Menyesuaikan Dengan Tempatnya

Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungantempat hidup

Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme).
SARAN
Ekosistim Sungai Haruslah Kita Jaga
Sumber :
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-jenis-dan-dampak-ekploitasi-sungai/




http://www.anneahira.com/images/rakun.jpg https://springocean83.files.wordpress.com/2012/07/slenderloris.jpg?w=300 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0IO3R1Eo-87Zy_OVn-5KYxgdHDJYSdgMh4-geW1W3vX6H3D4mZhmwVYB6lS1ucVime3x6Aw1B7hzdSVe5ZwTHM15ufLcfmTzjL_lrOY6LEQrrMta76tx_9QtPfLXjC4tBxHnHX-rqozd1/s1600/Blue-winged+Mountain+Tanager+(Anisognathus+somptuosus+cyanopterus)+Columbia+1.jpg http://www.portalsaofrancisco.com.br/alfa/floresta-temperada/imagens/Flores39.jpg https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd9aHg7cLvI_Mt7cIvuvdPuYOeixnurg3CtjrAqG8dpeK9mpc_xO1pWvHnTwdNfGlcNqdFW_GJc2BAiqH6qVcrBIt2UjqQpYsIDSJpd5Xp1OJdLEJaMyJyxndXt_pgBlnTdU8uQbk_MTA/s640/maple+with+tupai.jpg http://ajimachmudi.files.wordpress.com/2010/10/ka5.jpg?w=213&h=300 https://aisyahtyasmaharani.files.wordpress.com/2014/04/86a25-bird-wallpaper-14.jpg?w=579&h=434 https://aisyahtyasmaharani.files.wordpress.com/2014/04/11e29-burung-tledekan.jpg?w=259&h=198 https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Malabar_Giant_Squirrel-Dogra.jpg/220px-Malabar_Giant_Squirrel-Dogra.jpg http://g02.a.alicdn.com/kf/HTB1AQVzJpXXXXXCXpXXq6xXFXXXr/Animal-autumn-forests-animals-wildlife-arctic-Canadian-wolves-4-Size-Wall-decoration-Canvas-Poster-Print.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar